
Pasca bedah sectio caesarea atau post sectio caesarea merupakan masa setelah pembedahan saat melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding rahim, dalam keadaan tidak sadar atau setengah sadar di ruang pemulihan (Maryunani, 2014). Masa Nifas (puerperium) merupakan masa setelah keluarnya plasenta sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari. (Astuti ,2015). Periode postnatal dimulai segera setelah kelahiran bayi sampai enam minggu (42 hari) setelah lahir (WHO, 2010). Penyembuhan luka jahitan post section caesarea dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor lokal terdiri dari oksigenasi, hematoma, dan lain-lain, faktor umum antara lain usia, nutrisi, sepsis, steroid, dan obat-obatan, serta faktor lainnya adalah mobilisasi dan gaya hidup. Seseorang yang mempunyai luka jahitan sangat membutuhkan asupan protein yang cukup sebab luka jahitan membutuhkan protein agar tubuh membuat jaringan baru sehingga luka jahitan akan cepat kering dan sembuh (Feriyanto, 2014).
Berdasarkan hasil study pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 1 Mei 2018 di Rumah Bersalin Ibu Bertha Kota Pasuruan, terdapat 30 pasien ibu post sectio caesarea yang memeriksakan luka jahitannya. Diantaranya terdapat ibu post sectio caesarea yang memiliki penyembuhan luka jahitan lambat. Serta pada tanggal 8 Mei 2018 didapatkan 3 ibu post sectio caesarea yang kontrol di Rumah bersalin Ibu Bertha yang telah menerima menjadi responden penelitian dan telah mengkonsumsi putih telur kukus sesuai dengan yang dianjurkan, dengan hasil luka yang baik (luka kering, luka jahitan menutup, tidak ada tanda-tanda infeksi seperti merah, bengkak, panas, dan nyeri). Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah Mei 2018 di Rumah Bersalin Ibu Bertha Kota Pasuruan, terdapat 30 pasien ibu post sectio caesarea yang memeriksakan luka jahitannya. Diantaranya terdapat ibu post sectio caesarea yang memiliki penyembuhan luka jahitan lambat.
Dalam sebutir telur, ada 3 bagian telur yang sangat bermanfaat, yaitu cangkang, putih telur, dan kuning telur. Untuk bagian cangkang sendiri, komposisinya hanya 11%, sedangkan untuk bagian putih telur, komposisinya sekitar 57%, untuk kuning telur komposisinya hanya 32%. Tentu saja, jika asupan protein seseorang tercukupi dengan baik, maka proses penyembuhan luka pun akan semakin cepat. Sebaliknya, kekurangan protein dalam tubuh akan menyebabkan luka yang diderita membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses penyembuhan luka, termasuk luka- jahitan .
Jika di tarik kesimpulan, bahwa ada pengaruh konsumsi putih telur kukus terhadap penyembuhan luka jahitan post sectio caesarea di Rumah Bersalin Ibu Bertha Kota Pasuruan. Asupan nutrisi berpengaruh terutama putih telur kukus yang mengandung protein tinggi sehingga mempercepat proses penyembuhan luka jahitan post sectio caesarea.
Komentar Anda